Masakan Indonesia memang terkenal kaya bumbu. Konon, Belanda dulu menganggap rempah-rempah yang terdapat di Indonesia seperti emas dan minyak masa kini. Tak heran bila Belanda terus menjajah Tanah Air hingga 350 tahun.

Kini, masakan Nusantara ternyata masih menjadi primadona di negeri Kincir Angin tersebut. Salah satu warga Belanda mengaku gemar menikmati masakan Indonesia. "Saya suka karena berbumbu gurih. Saking saya terpengaruh masakan Asia, masakan Eropa terasa hambar," ujar Richard van der Schaar kepada merdeka.com,Selasa (11/12) malam.

Namun, Richard menyayangkan mengenai harga masakan Indonesia di Belanda yang mahal namun tidak seenak aslinya. "Misalnya rendang, beda banget dengan yang di Indonesia. Kalau masakan Indonesia berjenis ikan selalu mahal di Belanda," ujar Richard yang kebetulan selalu melakukan perjalanan ke Indonesia.

Richard mengaku, harga masakan Indonesia menjadi mahal karena memang bahan-bahan dan koki ahli khusus untuk masakan Indonesia mahal.

Hal itulah yang mendorong Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan kedutaan besar Indonesia di Den Haag untuk memasarkan bumbu rendang di 1.500 restoran di Belanda.

Beberapa masakan Indonesia memang menjadi eksklusif dan dijual mahal di Belanda. Masakan apa sajakah itu?
Spoilerfor Mulai dengan Bika Ambon:

undefined
Bika Ambon.
1. Bika Ambon
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa Bika Ambon adalah makanan Indonesia yang termahal di Belanda. Menurut data Kemendag, harga rata-rata kue khas Medan itu mencapai EUR 8,5 (Rp 106.192) per 600 gram.

Nah ini resep bikin Bika Ambonya di bawah:

BAHAN BIANG :
100 gram tepung terigu protein sedang
125 ml air
1 bungkus ragi instan
BAHAN :
• 300 ml santan dari 1 butir kelapa
• 1/2 sendok teh kunyit bubuk
• 15 lembar daun jeruk, disobek-sobek
• 2 batang serai, dimemarkan
• 2 lembar daun pandan
• 2 sendok teh garam
• 300 gram gula pasir
• 225 gram tepung sagu tani
• 25 gram tepung ketan
• 7 butir telur
Cara Membuat Bika Ambon Praktis :
1. Aduk rata bahan biang. Diamkan 15 menit.
2. Rebus santan, kunyit bubuk, daun jeruk, serai, daun pandan, garam, dan gula.
Aduk sampai mendidih. Saring.
3. Aduk tepung sagu tani, tepung ketan, dan biang sampai rata.
4. Tambahkan telur satu per satu sambil dikeplok-keplok 20 menit.
5. Tambahkan rebusan santan hangat sedikit-sedikit
sambil dikeplok-keplok 20 menit. Diamkan 2 jam.
6. Tuang ke dalam cetakan kue lumpur yang sudah dipanaskan
dengan ditambah kelapa parut.
Biarkan sampai berlubang-lubang. Tutup. Biarkan sampai matang.

Untuk : 30 buah

Lama Persiapan : 15 menit
Lama Membuat : 210 menit

Tip :
Cetakan harus dipanaskan minimal 1 jam sebelumnya.
Agar adonan berlubang-lubang sempurna.
Selama dipanaskan, isi cetakan dengan kelapa parut.
Balik-balik kelapa sekali-sekali dan ganti bila hangus.
Pastikan api yang digunakan rata.
Caranya,beri alas loyang yang tidak terpakai di bawah cetakan.
Dengan begitu api akan merata.